Analisis Grafik
-
Serapan Anggaran per Jenis Belanja (Grafik Atas):
-
Belanja Pegawai: Terserap 90.4%. Ini wajar karena mencakup gaji tetap (Siltap) dan tunjangan yang rutin.
-
Belanja Barang & Jasa: Terserap 81.2%. Efisiensi terjadi, namun tidak ekstrim.
-
Belanja Modal (Investasi): Hanya terserap 31.2%. Ini adalah penyebab utama besarnya SiLPA (sisa anggaran) desa tahun ini. Dari anggaran Rp887 juta, hanya terpakai Rp277 juta.
-
Belanja Tidak Terduga: Terserap 52.1%. Ini menandakan kondisi darurat di desa relatif terkendali dibandingkan anggaran yang disediakan.
-
-
Rincian Belanja Modal (Grafik Bawah):
-
Grafik ini menjawab mengapa Belanja Modal sangat rendah.
-
Pengadaan Tanah: Anggaran sebesar Rp577.175.027,00 sama sekali tidak terealisasi (0%). Ini adalah dana terbesar yang "menganggur" (idle).
-
Gedung, Bangunan & Taman: Anggaran Rp30.000.000,00 juga 0% terealisasi.
-
Sebaliknya, Jalan & Irigasi serta Peralatan terserap hampir 100%, menunjukkan proyek fisik infrastruktur jalan berjalan lancar, namun proyek pengadaan tanah macet total.
-
Kesimpulan untuk Laporan Anda
Penyebab utama surplus anggaran (SiLPA) yang besar bukanlah penghematan operasional biasa, melainkan kegagalan pelaksanaan program Pengadaan Tanah. Dana sebesar Rp577 juta untuk tanah masih utuh di kas desa.
https://bit.ly/jenis2025