DARI DESA UNTUK NEGERI  

Pangkas 35 BUMN, Pekerja Minta tak ada PHK

| 11 Juni 2020 12:34:19 | Berita Desa | 100 Kali

Pangkas 35 BUMN, Pekerja Minta tak ada PHK [KBR|Warita Desa] Jakarta | Kalangan pekerja mewanti-wanti tak ada pemecatan atau pemutusan hubungan kerja (PHK) usai pemangkasan 35 perusahaan BUMN. Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, telah memangkas 35 perusahaan menjadi 107. Koordinator Nasional Gerakan Buruh dan Pekerja (Geber) BUMN, Achmad Ismail, menyatakan, belum ada kabar mengenai rincian 35 perusahaan tersebut dan nasib para pekerjanya. Dia meminta Kementerian BUMN  menjamin keberlangsungan hidup para pekerja meski ada pemangkasan perusahaan. "Kalau dari sisi serikat pekerja, sepanjang upaya penghematan yang ditujukan bagi efektifivitas perusahaan BUMN untuk menjalankan usahanya, tidak masalah. Cuma asal restrukturisasi itu tidak berdampak pada pengurangan atau rasionalisasi pekerja, rasionalisasi atau perampingan (pekerja)," kata Ismail saat dihubungi KBR, Rabu (10/6/2020) sore. Koordinator Nasional Gerakan Buruh dan Pekerja (Geber) BUMN, Achmad Ismail, menambahkan, DPR harus mengawasi secara ketat agar pemangkasan ini tidak berdampak pada pemecatan pekerja. Sebab informasi restrukturisasi itu telah disampaikan secara langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir di hadapan anggota dewan. "Kalau restrukturisasi itu dampaknya pada pengurangan pekerja, nah itu saya rasa harus berbuat itu DPR," tegasnya. Kekhawatiran kalangan pekerja bukan tanpa alasan. Menurut Ismail, sejumlah perusahaan BUMN kerap kali melakukan PHK sepihak ketika ada masalah. Bahkan ia menyebut, perusahaan pelat merah malah sering melanggar aturan mengenai ketenagakerjaan. Kata dia, ini yang harus menjadi perhatian serius jika ingin memperbaiki perusahaan BUMN. "Harusnya perusahaan negara itu menjadi contoh. Dan pengawalan kita melalui aliansi Geber BUMN memang menunjukan BUMN selama ini tidak memberikan contoh yang patut kepada pihak swasta untuk bisa katakanlah mematuhi aturan ketenagakerjaan yang ada," ujarnya. Sebelumnya saat rapat kerja dengan DPR Selasa (9/6/2020), Menteri BUMN Erick Thohir  mengatakan telah melakukan restrukturisasi perusahan milih negara itu.   Dia telah memangkas perusahaan plat merah tersebut yang semula 142 perusahaan menjadi 107 perusahaan. "Sebagai informasi, Alhamdulillah, dari 142 BUMN sekarang ini kita bisa mengkategorikan yang namanya BUMN tinggal 107. Jadi jumlah sudah turun signifikan dan tentu ini juga akan kita turunkan terus kalau bisa sampai ke angkasa 80-70 ke depannya. Ini tentu tahap satu sudah tapi berikutnya kita coba lakukan," kata Erick dalam rapat Menteri BUMN Erick Thohir menambahkan, selain merestrukturisasi perusahaan, ia juga menurunkan jumlah klaster di Kementerian BUMN.  "Klaster Alhamdulillah kita sudah turunkan. Yang jumlahnya tadinya 27 sekarang jumlahnya 12," katanya Erick menyatakan, masing-masing Wakil Menteri akan membawahi 6 klaster. Wakil Menteri BUMN I yakni Budi Gunadi Sadikin akan membawahi Klaster Industri Migas dan Energi, Minerba, Perkebunan Kehutanan, Pupuk & Pangan, Farmasi & Kesehatan, serta Pertahanan, Manufaktur & Industri Lainnya. Selanjutnya Wakil Menteri BUMN II yaitu Kartika Wirjaatmadja bakal membawahi Klaster Jasa Keuangan, Jasa Asuransi & Dana Pensiun, Telekomunikasi dan Media, Pembangunan Infrastruktur, Pariwisata, Logistik dan Lainnya serta Klaster Sarana dan Prasarana Perhubungan.  Oleh : Wahyu Setiawan, Muthia Kusuma Editor: Rony Sitanggang

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Wilayah Desa

Aparatur Desa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Info Media Sosial

Lokasi Kantor Desa


Kantor Desa
Alamat : KALIDENGEN I, KALIDENGEN, TEMON, KULON PROGO
Desa : KALIDENGEN
Kecamatan : Temon
Kabupaten : KULON PROGO
Kodepos : 55654
Telepon : 08112642340
Email : desakalidengen@gmail.com

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Statistik SID